Senin, 22 Desember 2014

proposal enterpreneurship





A.      LATAR BELAKANG
               Di zaman era globalisasi ini banyak hal-hal yang instan, tidak terkecuali makanan. Hal inilah yang cenderung menurunkan kualitas makanan. Banyaknya makanan-makanan instan menyebabkan beberapa makanan tradisional sering terabaikan dan menurun jumlahnya di pasaran, sehingga menyebabkan para pembuat makanan tradisional merugi.
               Adanya persaingan yang cukup ketat dalam pasar makanan tidak menyurutkan langkah saya untuk mencoba memproduksi suatu makanan tradisional yang tidak kalah menarik dengan makanan instan, dan tentunya mampu bersaing dalam pasar makanan, “kripik singkong” jenis usaha yang akan saya jalankan ini akan di modifikasi dari bentuk maupun rasa sehingga mampu menghasilkan makanan yang berkualitas dan menarik. Adapun makanan ini saya beri nama “KRIPSING P2T”.
B.       VISI USAHA
               Memperkenalkan dan mempertahankan kualitas produk makanan Indonesia “kripik singkong” yang mampu menjadi makanan yang berkualitas, menarik dan diterima oleh kalangan masyarakat sebagai makanan cepat saji atau cemilan.
C.      MISI USAHA
Adapun misi yang saya terapkan adalah :
1.         Memperkenalkan produk pada masyarakat luas
2.         Memberikan kepuasan pada pelanggan
3.         Memanfaatkan bahan baku utama, singkong sehingga menjadi makanan yang berkualitas
4.         Mencari keuntungan dari modal yang kecil
5.         Selain ingin mendapatkan keuntungan saya ingin mendapatkan berkah dalam usaha ini. Di balik ”berbisnis juga beramal”.                       
D.      ANALISA PELUANG USAHA
               Semua proses produksi telah dilakukan, dari mulai pemilihan singkong yang baik sampai kepada packing, kemudian yang akan saya lakukan yaitu mencari peluang usaha. Dalam memulai usaha apapun, maka yang harus diketahui adalah peluang pasar yang dapat menerima produk saya ini. Peluang usaha sudah merupakan kunci penting dalam proses pemasaran karena pemasaran akan berjalan dengan lancar apabila sudah mendapatkan peluang usaha yang kita inginkan.
               Sistem pemasaran saya akan mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing saya dan sejauh mana kemampuan saya untuk bersaing dengan mereka dalam segala aspek, baik itu dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas yang saya berikan kepada para konsumen. Saya akan mensurvei dan meneliti pesaing-pesaing saya bagaimana caranya membuat keripik singkong ini agar berbeda dengan keripik singkong lainnya yang sudah beredar di pasaran. Bukan hanya rasanya saja yang berbeda namun saya akan membuat keripik singkong ini berbeda dari segi packing, dan cara pemasarannya juga, yang pasti akan lebih unik dari pada yang lainnya, dengan seperti itu para konsumen tidak akan mengalami yang namanya kejenuhan dalam mengkonsumsi makanan ini.
               Saya akan menjual keripik singkong ini di tempat yang cukup ramai, yang banyak dikenal dan dilalui banyak orang, dengan seperti itu maka keripik saya ini akan lebih cepat dikenal banyak lapisan masyarakat.
               Apabila kita lihat dari analisa sistem SWOT seperti hal berikut :
SWOT
Strengths (Kekuatan)
a.          Harga keripik singkong ini cukup terjangkau oleh kalangan masyarakat.
b.         Kualitas dari keripik singkong ini sangat terjamin, karena dalam proses pembuatannya diutamakan kebersihan dan untuk kesehatan.
c.         Keripik singkong ini mempunyai rasa yang gurih, pedas dan enak.
d.        Rasa yang pedas memancing minat pembeli yang gemar dengan makana pedas.
e.         Keripik singkong dapat menjadi salah satu alternanif makanan ringan yang praktis, dan hemat.
Weakness (Kelemahan)
a.  Singkong masih dipandang sebelah mata dan tidak banyak orang yang mengenal sehingga diperlukan promosi-promosi.
b.  Minimnya modal untuk tenaga kerja sehingga, sehingga bahan yang di produksi kurang banyak.
c.  Bahan baku keripik singkong yang mudah rusak.
d.  Keripik singkong akan mudah rusak jika penyimpanan yang dilakukan sembarangan atau ditumpuk.
Opportunity (Peluang)
a.          Kondisi masyarakat yang semakin konsumtif sehingga mempermudah saya untuk memasarkan produk.
b.         Permintaan pasar yang semakin meningkat.
c.          Banyak diminati setiap orang dari mulai anak-anak, dewasa, maupun orang tua.
Threats (Ancaman)
a.  Jumlah kompetitor yang terus meningkat.
b.  Munculnya produk baru yang lebih unggul.
c.  Kenaikan harga bahan baku karena jumlahnya semakin terbatas.
                      Jenis usaha yang saya jalankan ini termasuk usaha rumahan,yang mampu bersaing dengan usaha snack modern,karena usaha saya ini telah saya modifikasi dari tampilan maupun rasa.
Cara Membuat Keripik Pedas
Bahan :
1 Kg singkong diiris bulat tipis
1 sendok teh kapur sirih
Bumbu :
5 butir bawang merah
1 sendok makan cuka
4 siung bawang putih
Garam menurut selera
2 ons cabe giling
10 butir cabe merah
1 ons ikan teri
Minyak goreng.
Cara membuatnya :
a.         Irisan singkong di rendam dalam air kapur sirih selama 1/2 jam.
b.         Haluskan bumbu dan tumis dengan api kecil sampai bumbu  merata dan kental.
c.         Setelah matang masukkan cuka secukupnya dan dinginkan.
d.        Tiriskan irisan singkong, keringkan diatas nampan beralaskan kertas atau lap kering.
e.         Goreng irisan singkong dalam minyak panas dan terendam.
f.          Jangan sampai singkong melekat satu sama lain. Bila busa minyak hilang angkat gorengan dan tiriskan.
g.         Goreng ikan teri sebagai campuran.
h.         Aduk keripik singkong dan ikan bersama sambal yang telah dingin.
Penilaian Terhadap Pasar
Analisa Ekonomi
Asumsi
- Produksi skala rumah tangga
- Dibantu oleh dua orang tenaga kerja
Pelanggan
         Dalam hal ini konsumen terdiri dari berbagai tingkat kalangan ekonomi baik dari tingkat bawah, menengah dan atas. Karena makanan ringan merupakan makanan yang banyak diminati orang dan dalam hal harga dapat dijangkau semua kalangan.
         Rata-rata penggemar berat makanan pedas adalah kalangan remaja atau anak muda. Saya bisa menjadikannya sebagai target pasar yang sangat potensial, dengan cara menawarkan beberapa level rasa pedas untuk memenuhi permintaan para konsumen.
Jumlah Produk yang di Jual
Dalam jumlah produk yang dijual, saya memprediksi jumlah produk yang terjual 100 bungkus/hari.
Anak-anak 10%
Remaja 50%
Ibu-ibu 20%
Bapak-bapak 20%
Proyeksi Masa Depan dan Pesaing
         Dalam hal proyeksi masa depan dan pesaing ada kekuatan dan kelemahan bagi saya maupun pesaing.
E.       MARKETING MIX (BAURAN PEMASARAN)
               Dilihat dari promosi makanan yang cepat laku adalah pada tempat ramai seperti pasar, sekolah, kampus, kantor, itu adalah tempat yang paling strategis untuk mempromosikan barang dagangan. Berikut ini adalah beberapa cara promosi makanan yang akan saya lakukan :
Pertama adalah lewat brosur, cara ini cukup efektif untuk memperkenalkan makanan yang saya jual, biasanya makanan sampai di konsumen melalui pesan antar atau sering disebut delivery.
Melakukan penjualan langsung, cara ini lumayan efektif karena langsung bertemu dengan pembelinya dan bisa langsung promosikan makanan yang di jual.
Melalui internet cara ini efektif walau tak semua orang memakai internet tapi cara ini cukup memberikan informasi yang lebih kepada orang karena saat ini orang banyak membuka internet seperti facebook, twetter, yahoo, google dan lain-lain, tak ada salahnya bila dicoba.
Melalui iklan radio, cara ini cukup lumayan walau tak ada gambar visual yang dapat terlihat tapi setidaknya pesannya dapat tersampaikan kepada masyarakat.
F.       PERHITUNGAN MODAL DAN HARGA JUAL
Modal awal
Alat pengiris singkong (Slicer)                                           Rp. 10.000
Kemasan                                                                                  Rp.  5.000
Peralatan menggoreng (wajan dan alat penirisnya)             Rp 120.000
Kompor gas dan tabung 3 kg                                              Rp 150.000
Total                                          Rp 285.000
Biaya operasional per bulan
Belanja bahan baku per hari :
- Singkong (Rp 1.500,00/kg x 5 kg)                               Rp  7.500,00
- Ikan teri (Rp 40.000/kg x 0,5 kg)                                 Rp 20.000,00
- Minyak goreng (Rp 13.000,00/kg x 2 kg)                    Rp 26.000,00
- Cabe (Rp 15.000,00/kg x 2 kg )                                   Rp 30.000,00 +
 Total                                       Rp 85.500,00
Biaya belanja per bulan :
Rp 85.500,00 x 30 hari                                                   Rp 2.565.000,00
Plastik kemasan                                                              Rp   30.000,00
Gas 3 kg (Rp 17.500,00 x 3 tabung)                              Rp   52.500,00
Biaya transportasi                                                           Rp   30.000,00+
Total                                                                               Rp 2.677.500,00
Omset penjualan per bulan
Rata-rata penjualan produk Rp 100.000,00/hari :
Rp 100.000,00 x 30 hari                    Rp 3.000.000,00
Laba bersih per bulan
Rp 3.000.000,00 - Rp 2.677.500,00           Rp 322.500,00
G.      ANALISA KEUNTUNGAN
               Untuk menganalisa keuntunagan baik buruknya suatu perusahaan atau maju mundurnya perusahaan yang kita jalani akan terlihat, namun saya menganalisis saya harus optimis kemungkinan besar keuntungan yang saya dapatkan dapat di lihat sebagai berikut :
Laba /bulan = Rp. 322.500,00
Laba /tahun = RP. 3.870.000,00
Laba /5 tahun = Rp. 19.350.000,00
H.      KESIMPULAN
               Dari beberapa uraian sebelumnya kini penulis dapat menyimpulkan. Tujuan yang paling utamanya adalah di balik Berbisnis juga beramal.
               Analisa peluang usaha, perhitungan modal dan penetapan harga jual, perhitungan rugi/laba dan terakhir analisa keuntungan sangatlah penting dan berpengaruh terhadap baik buruknya suatu bisnis atau naik turunnya perusahaan yang kita jalani ini akan trlihat.
Demikianlah yang saya dapat sampaikan semoga dapat bermanfaat untuk kedepannya.
Amiiin,,,


Tidak ada komentar:

Posting Komentar